Airlangga Forum #90 : Strategi Menghadapi Dinamika Global

Sabtu, 16 Juli 2022

 






Surabaya - Pandemi yang terjadi pada 2 tahun lalu memberikan bekas dan memberikan efek yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Dunia, yang membuat pergerakan ekonomi Dunia memasuki fase fluktuasi bahkan pertumbuhan ekonomi cenderung turunturun. Dinamika perekonomian ini menjadi tantangan baru terhadap seluruh lapisan elemen masyarakat ataupun pemerintahan, untuk lebih kreatif dan inovatif memanfaatkan masifnya digitalisasi dalam berkehidupan. 


Dinamika tetersebut diulas secara mendalam dari berbagai sudut pandang dan aspek kehidupan, dalam Airlangga Forum edisi 90 yang bertajuk "Membangun Masyarakat Tangguh Menghadapi Dinamika Global", pada hari jum'at (15/7/2022). Untuk mengulas dan mencari solusi dalam menghadapi dinamika global Airlangga Forum menghadirkan berbagai pakar untuk berdiskusi, salah satunya adalah Dr. Andriyanto, SH., M.Kes., selaku Ketua Peminatan S2 Pemberdayaan Perempuan Sekolah Pascasarjana UNAIR. 


Dr. Andriyanto mengatakan bahwa di era society 5.0 ada tranformasi sosial yang sangat hebat, hal ini membuat perempuan meninggalkan ruang domestiknya selaku seorang ibu yang mendidik anak dan memasak untuk suami dan anak-anaknya. Perkembangan dan kemajuan perempuan tersebut merupakan sebuah tuntutan dari dinamika global yang membuat perubahan atau tranformasi dari nilai atau norma yang memungkinkan perempuan untuk andil peran dalam ruang lingkup keluarga. 


Selain itu, Dr. Andriyanto juga mengatakan bahwa tranformasi pada perempuan dapat dilalui proses belajar, baik dalam memiki sikap mandiri untuk mengembangkan diri dengan menempuh jenjang pendidikan. 


"Mempuh pendidikan, untuk saat ini adalah strategi yang sangat tepat. Karena pendidikan itu paling dekat dan strategis untuk memperjuangkan kesetaraan gendergender," Ujar Dr. Andriyanto via zoom meeting. 


Dr. Andriyanto juga mengatakan jika, dengan perempuan menempuh suatu jenjang pendidikan, maka perempuan tersebut dapat berkontribusi banyak ketika memasuki rana ke masyarakat. 


"Jika perempuan memiliki pendidikan, suka tidak suka dia bisa berkontribusi banyak ketika dia masuk ruang publik," Jelas Dr. Andriyanto dalam Airfor edisi ke 90. (Strmp) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar